Manhaj adalah sekedar bahasa yg berarti jalan ( cara memahami), tentu saja jaman Rosululloh tidak mempermasalahkan jalan karena jalannya masih satu yaitu dibimbing langsung oleh Rosululloh Shalallohualaihi wasallam tapi untuk generasi yg jauh dari jaman Rosul terlalu banyak penyimpangan, semua mengaku berdasarkan alquran dan hadist tapi memahaminya dengan sendiri2, biarpun Syiah jg mengatakan demikian padahal jauh berbeda antara syiah dan islam, nah dari situ kita harus tegas atas jalan siapa kita memahami Alquran dan hadist, disitulah jawabannya atas jalan/ metode salaf/ metode sahabat dalam memahami alquran dan hadist.
*sejatinya saya mulai paham dengan istilah tersebut, cuman
saya kurang setuju dengan istilah manhaj salafi, yang menjadi label..
okelah manhaj salafi itu hanya penamaan, bahwa itu adalah cara yang benar, malah menurut saya, penamaan tersebut, tidak punya standar baku yang jelas soal hadits yang banyak beredar. berarti manhaj salafi itu bukan suatu aliran ataupun kelompok eksklusif. jadi tidak salah jugakan kalau saya tidak mempersoalkan nama manhaj tersebut, mungkin simplenya kita sebut saja, islam rahmatan. no identity/atribut.
Kalau anda mengatakan memahami/ menafsirkan alquran sendiri atau liat tafsir qurais sihab atau sayid qutub misalnya , lebih pandai manakah anda atau qurais sihab atau sayid qutub dengan Abdullah ibnu abbas, tentu kami memilih tafsir Ibnu abbas Rodiallohuanhu, nah disitulah bedanya salafi dan yg lain.
*saya lebih pandai dengan profesor tafsir pak qurais shihab?
arah pembicaraan anda?
tanpa anda sadari, anda sudah membuktikan kepada saya,
bahwa salafi adalah kelompok/aliran…(ekslusifitas anda, nampak lho).
kalau begitu, hebat mana pula anda dengan profesor shihab?
maaf…
Untuk dalil mengikuti salaf sebaiknya anda
baca lagi dengan baik tulisan diatas dan artikel yg lain tentang salaf di situs ini ..
Penampilan adalah suatu ketaatan kepada Allah Subhanahu wata’ala yg tentu saja dapat pahala setidaknya ikut andil dalam menuju muslim yg selamat. setidaknya kita udah bisa menilai bahwa orang yg berpenampilan jenggot dan tidak isbal, dia lebih taat kepada Allah dalam penampilan dari pada yg mencukur jenggot, padahal dia tahu perintah Allah, maka setidaknya dia sudah berdosa/bermaksiat kepada Allah.
Hilangkanlah hawa nafsu anda kemudian baca lagi pelan pelan semua artikel tentang salaf semoga Allah memberi petunjuk kepada anda …
*sudah jelas maksud anda untuk menjadi salaf, saya harus pelihara janggot, dan segala yang nampak diluar itu…
sangat ekslusif, biar nampak berbeda dengan orang yang tidak selamat?
anda bilang memotong jenggot, adalah bermaksiat kepada Allah,..silahkan berikan ayat alqurannya…
saya tidak akan menghilangkan nafsu dari diri saya, karena nafsu bagi saya adalah hidup/keinginan hakiki.
jadi saya antusias untuk mengenal.
